Berdasarkan Buku Panduan
Fasilitasi Konvergensi Pencegahan Stunting di Desa, rembuk stunting ini berfungsi
sebagai forum musyawarah antara masyarakat Desa dengan pemerintah Desa dan BPD,
Kader, Pendaping Desa, dan Tim Kesehatan dari Puskesmas untuk membahas
pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa khususnya stunting dengan
mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa.
Terdapat dua kegiatan
utama yang ada dalam rembuk stunting di Desa, yang meliputi:
1.
Pembahasan usulan
program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitiv yang disusun dalam diskusi kelompok terarah di
RDS dan MAD; dan
2.
Pembahasan dan
penyepakatan prioritas usulan program/kegiatan intervensi gizi spesifik dan
sensitif. Kesepakatan hasil rembuk stunting di Desa dituangkan dalam Berita
Acara yang ditandatangani oleh perwakilan RDS, masyarakat Desa, dan pemerintah
Desa.
Berikut
ini adalah contoh materi rembuk stunting di Desa yang bisa menjadi acuan untuk
menyelenggarakan rembuk stunting.
Apa Itu Stunting pada
Anak?
Stunting adalah
masalah kegagalan pertumbuhan akibat nutrisi yang tidak cukup atau kurang pada
anak.
Periode krusial
pemenuhan nutrisi pada anak dimulai dari masa kehamilan sampai anak usia 24
bulan.
Setelah anak berusia
lebih dari dua tahun, kondisi stunting mulai terlihat.Stanting akan
memberikan efek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.
Dampak stunting adalah
pertumbuhan otak dan organ lain pada anak akan terganggu, sehingga anak lebih
rentan kena diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung.
Dilansir dari
laman P2PTM Kemenkes RI, ciri utama stunting adalah
tinggi badan anak yang lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.
Meskipun demikian,
kondisi tubuh anak yang pendek ini seringkali disalah artikan oleh para orang
tua sebagai faktor keturunan (genetik).
Oleh karena itu,
masyarakat banyak menganggap perkara ini remeh dan tidak ada pencegahan maupun
penanganan lebih lanjut. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting seperti:
·
Periksa kehamilan
secara teratur.
·
Menghindari asap rokok
dan penuhi nutrisi (zat besi, folat, yodium) selama masa kehamilan.
·
Beri ASI eksklusif
sampai anak berusia 6 bulan.
·
Cek tumbuh kembang
anak secara rutin, terutama di 6 tahun pertama.
·
Teratur ikut program
imunisasi.